Pelajar Ini Menemukan Bug, Dan Pelajar SMA Ini Dapat Hadiah Rp 500 Juta

Masih ingat dengan seorang pelajar setingkat SMA asal Uruguay yang mendapat hadiah dari Google sebesar Rp 133 Juta karena menemukan bug di google pada pertengahan 2017 lalu .



Kini remaja berusia 17 tahun tersebut kembali di ganjar hadiah setengah Milliar rupiah setalah ia kembali menemukan celah keamanan pada sistem internal Google pada awal feburari 2018 ini.
Bukan tanpa alasan jika raksasa teknologi Google tersebut rela menggelontorkan hadiah yang cukup fantantis kepada remaja bernama Ezequel Pereira tersebut.
Melansir dari laman Digital Trends, bug di google yang ia di temukan tersebut merupakan bug tipe critical yang cukup berbahaya bagi Google.
Bug di Google berupa Remote Command Execution di non-production environments Google App Engine yang Pereira temukan kini telah di fix dan remaja yang kini sudah duduk dibangku kuliah di universitas di Montevideo tersebut berhak atas hadiah senilai $36.000 atau senilai Rp 504 juta.
Melalui akun media sosial Twitternya, Pereira mengkonformasi tentang prestasi yang ia raih. Bahkan ia pun menuliskan Write Up tentang bug yang ia temukan melalui laman ini.



Ezequiel Pereira@epereiralopez

Earlier this year I found a Remote Command Execution bug in non-production environments in Google App Engine, and I got 36 thousand dollars!
Now the bug is fixed and I can finally publish my write-up about it: https://sites.google.com/site/testsitehacking/-36k-google-app-engine-rce 

Hadiah yang diberikan Google ini merupakan hadiah kelima yang ia terima dari hasil berburu celah keamanan di sistem Google. Sebelumnya ia juga pernah mendapat hadiah dengan besaran nominal yang bervariasi antara Rp 7 – 140 juta.
Apa yang dilakukan oleh remaja ini mungkin bisa menjadi inspirasi bagi remaja lain di seluruh dunia yang mempunyai minat di bidang IT terutama bahasa pemrograman komputer untuk bisa memanfaatkan ilmu dan hobbynya untuk bisa mendapatkan pundi pundi dollar.
Ezequel Pereira sendiri mulai tertarik akan dunia IT sejak ia berusia 11 tahun. Semua ilmu yang ia dapat tentang bahasa pemrograman ia dapatkan secara otodidak dengan belajar melalui internet.
Berkat kepiawaiannya dalam mencari celah keamanan/bug di google, ia pun di tawari bebebrapa perusahaan besar di bidang teknologi dan industri game untuk berpatisipasi mencari kelemahan dalam sistem buatan maupun game buatan mereka.

Click to comment